Egoisme
Egoisme sering diartikan sebagai sifat
mementingkan diri sendiri. Biasanya orang yang miliki sifat egois yang kental
sangat sulit memahami orang lain, mereka melihat dunia hanya memakai
presfektifnya. Paradigma orang lain sudah jelas salah, masukan tidak berlaku
bagi mereka.
Orang egois tak akan pernah bisa
memahami orang lain sebab pada dasarnya mereka sendiri gagal dalam memahami
dirinya sendiri. Mereka tidak memahami bahwa dirinya sendiri itu ada karena ada
orang lain, mereka juga tidak menyadari antara persfektifnya berlawanan arah
dengan hakikat keberadaannya.
Egoisme sebenarnya adalah kesalahan dalam
memakai paradigma, ukuran benar salah selalu berdasarkan dirinya sendiri, jika
sesuatu itu benar menurut dirinya dia akan lakukan meskipun merugikan orang
lain, bahkan rela mengorbankan orang lain demi mencapai ambisinya.
Hal yang lucu terjadi jika orang-orang
yang sama egoisnya bertemu, terkadang mereka tidak hanya beradu argumentasi
tetapi juga tak jarang adu jotos jika sama-sama mau memenangi persaingan atau
perdebatan, malu jika terlihat kalah, mereka menganggap harga dirinya menjadi
turun kalau mengalah.
Sifat egois yang seperti ini jelas
merugikan sebab menghambat kerjasama, melemahkan tim, mengorogoti kekuatan,
akhirnya berimbas pada tertundanya kesuksesan yang sudah ada didepan mata.
Tentu semua kita tidak menginginkan itu terjadi didalam komunitas atau
lingkungan kita.
Pada dasarnya semua orang memiliki ego
termasuk diri kita. Ego adalah kehendak pribadi dan pikiran yang pertama muncul
dalam mempersepsi sesuatu. Hanya saja yang membedakan adalah kadar dari
masing-masing orang, sebagian orang menempatkan egonya pada proporsi yang
pantas serta mampu mengelolahnya menjadi kekuatan posotif. Tetapi tak jarang
juga yang kelewat batas dalam menempatkannya. Hal ini terjadi bila
mengabaikan keberadaan orang lain dan mengangap pandangan dialah yang paling benar.
Orang egois yang kebabalasan jelas akan menemukan kendala dalam berinteraksi karena lingkungan akan sulit
menerimanya, penyebabnya adalah tidak ada keinginan dari dirinya untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya yang pada
akhirnya makin terkucil dan hidup dalam kesendirian, tetapi jangan salah orang
egois lagi-lagi akan menyalahkan lingungannya.
Selanjutnya orang egois akan
kehilangan kepercayaan sebab lingkungan akan mengambil sebuah kesimpulan bahwa
apa saja yang dilakukannya tidak lagi menjadi tulus untuk orang lain, karena toh
orang egois tidak bakal berfikir untuk orang lain, dia hanya melihat
kepentingan dirinya. Apa saja yang ingin dilakukan jika berurusan orang lain
selalu menuntut timbal baliknya, apa untungnya untuk dia, kalau tidak buat apa
capek-capek dikerjakan, buang-buang waktu, tenaga dan pikiran.
Sekadar untuk masukan, siapa tau
bermanfaat. Pribadi yang egois mesti menyadari lebih dulu fakta akan dirinya
bahwa mementingkan diri sendiri adalah sikap angkuh dan sombong yang dibenci
oleh agama. Memandang remeh orang lain dan menolak kebenaran bukan sikap orang
beriman. Maukan kita dicap sebagai orang yang tidak beriman? Tentu kita tidak mau.
Selanjutnya mungkinkah kita bisa hidup
tanpa keberadaan orang lain? Orang tua kita? keluarga kita? tetangga kita?
sahabat kita? rasanya sungguh keliru kalau ada yang orang yang menjawab ya.
Dengan demikian bukalah ruang cinta untuk orang lain yang telah berjasa dalam
hidup kita ini, berusahalah untuk merasakan apa yang mereka rasakan sehingga
kita akan tergugah untuk melakukan kebaikan tanpa menunggu balasan sebab apa
yang baik menurut diri kita, bagi orang lain juga akan baik dan apa yang kita benci
sudah barang tentu orang lain juga akan membencinya.
Terakhir belajar melayani. Pada
awalnya memang berat untuk berpura-pura jadi orang baik, tetapi rasakan respon
orang meskipun kita hanya berpura-pura baik pada awalnya, kita akan kaget dengan
respon positif yang kita terima, sebab demikianlah hakikat berbagi kebaikan yakni ganjaran
yang kita dapatkan jauh lebih besar dari apa yang berikan kepada orang. Giliran berikutnya
tanpa kita sadari diri kita menjadi orang yang tulus memberi.
Tersenyumlah,
luangkan waktu meskupun sedikit untuk menyapa orang lain dan jangan segan-segan
untuk berterima kasih bila mendapatkan kebaikan dari orang, mulailah saat ini
juga.
