Manusia adalah makhluk spritual yang berbungkus jasad. Hakekat manusia
adalah spiritnya, bukan jasadnya, sehingga kebutuhan spirit itulah sesungguhnya
prioritas untuk dipenuhi. Tentu tanpa mengabaikan kebutuhan jasadnya.
Perjalanan manusia juga sebenarnya adalah perjalan spritual sejak zaman
azali hingga ke alam akhirat.
Kehidupan spritual manusia di alam dunia ini, mengharuskan wadah yang
namanya jasad untuk bisa eksis dalam waktu tertentu, bila waktunya tiba maka
spirit/roh itu akan berpisah dengan jasadnya melanjutkan perjalannya menuju
Allah swt untuk mempertanggungjawabkan segala yang pernah dilakukannya selama
di dunia ini.
Manusia jangan sampai salah dalam menyikapi dirinya, manusia tidak boleh
menjadi budak nafsunya yang hanya memenuhi kebutuhan jasadnya sehingga
melakukan apa saja meskipun melanggar ketentuan-ketentuan agama, karena hal
tersebut akan mencederai kekuatan spiritnya.
Kalau jasad itu perlu makanan agar tetap kuat, sehat, dan dapat survive
beberapa waktu kedepannya, maka spirit juga membutuhkan makanan-makanan
bergizi, yang mengandung vitamin untuk dapat survive menghadapi tantangan hidup
di dunia ini dan sebagai bekal dalam perjalanan akhiratnya kelak.
Bisa dibayangkan jika jasad ini tidak diberi nutrisi yang cukup maka hal
itu tentu akan mengancam kesehatannya, menghilangkan kebugarannya, bahkan bisa
jatuh sakit yang berkepanjangan.
Sama halnya dengan spirit yang kebutuhannya tidak terpenuhi, tentu akan
rentan terhadap penyakit, mudah terguncang menghadapi persoalan hidup,
terombang-ambing oleh tipu daya dunia, malas beribadah, tidak dapat memahami
isyarat-isyarat dari Tuhan, dan jauh dari petunjuk-Nya, diakhirat kelak akan
mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan sebab tidak ada kekuatan menghadapi
pengadilan Allah.
Apa saja makanan spirit itu? Makanan spirit itu adalah memahami ajaran
agama, mengimani sekaligus mengamalkannya sebagaimana yang dicontohkan oleh
Rasulullah Muhammad saw, para sahabat dan pengikutnya yang setia. Antara
pemahaman, keyakinan dan amalan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dalam kepribadian seseorang yang mendambakan kekuatan spirit.
Kita mesti mencontoh Rasulullah saw, sebab dialah manusia tersukses dalam
membangun spiritnya, belaiau dan sahabatnya telah berhasil melewati tantangan-tantangan
hidup dunia bahkan beliau dengan kekuatan spiritnya dapat menembus
rahasia-rahasia yang ghaib atas izin Allah swt.
Nabi Muhammad saw adalah Rasul Allah. Beliau merupakan sosok manusia
biasa, sama halnya dengan manusia pada umumnya. Namun, yang membedakanya ialah
Nabi Muhammad saw mendapat hidayah Allah sehingga spiritualnya terjaga yang
mengantarkan kepada jenjang Kenabian dan Kerasulan.
Hidayah itu datang tentu dengan upaya yang serus dan usaha
sungguh-sungguh yang dilakukan oleh beliau dalam melayani perintah tuhannya,
membangun pendekatan dirinya kepada-Nya dan dalam waktu yang bersamaan berusaha
maksimal melepaskan interes-interes pribadinya, kepentingan-kepentingan
nafsunya, mendahululukan kepentingan orang lain dari pada kepentingannya
sendiri.
Dengan jalan itupulalah kita bisa membangun pribadi yang berdaya dan
spirit yang kuat untuk dapat sukses menjalani khidupan di dunia dan di akhirat
kelak.


