Selasa, 17 Desember 2013


Spirit Harus Kuat

Manusia adalah makhluk spritual yang berbungkus jasad. Hakekat manusia adalah spiritnya, bukan jasadnya, sehingga kebutuhan spirit itulah sesungguhnya prioritas untuk dipenuhi. Tentu tanpa mengabaikan kebutuhan jasadnya.
Perjalanan manusia juga sebenarnya adalah perjalan spritual sejak zaman azali hingga ke alam akhirat.
Kehidupan spritual manusia di alam dunia ini, mengharuskan wadah yang namanya jasad untuk bisa eksis dalam waktu tertentu, bila waktunya tiba maka spirit/roh itu akan berpisah dengan jasadnya melanjutkan perjalannya menuju Allah swt untuk mempertanggungjawabkan segala yang pernah dilakukannya selama di dunia ini.
Manusia jangan sampai salah dalam menyikapi dirinya, manusia tidak boleh menjadi budak nafsunya yang hanya memenuhi kebutuhan jasadnya sehingga melakukan apa saja meskipun melanggar ketentuan-ketentuan agama, karena hal tersebut akan mencederai kekuatan spiritnya.
Kalau jasad itu perlu makanan agar tetap kuat, sehat, dan dapat survive beberapa waktu kedepannya, maka spirit juga membutuhkan makanan-makanan bergizi, yang mengandung vitamin untuk dapat survive menghadapi tantangan hidup di dunia ini dan sebagai bekal dalam perjalanan akhiratnya kelak.
Bisa dibayangkan jika jasad ini tidak diberi nutrisi yang cukup maka hal itu tentu akan mengancam kesehatannya, menghilangkan kebugarannya, bahkan bisa jatuh sakit yang berkepanjangan.
Sama halnya dengan spirit yang kebutuhannya tidak terpenuhi, tentu akan rentan terhadap penyakit, mudah terguncang menghadapi persoalan hidup, terombang-ambing oleh tipu daya dunia, malas beribadah, tidak dapat memahami isyarat-isyarat dari Tuhan, dan jauh dari petunjuk-Nya, diakhirat kelak akan mengalami kesengsaraan yang berkepanjangan sebab tidak ada kekuatan menghadapi pengadilan Allah.
Apa saja makanan spirit itu? Makanan spirit itu adalah memahami ajaran agama, mengimani sekaligus mengamalkannya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw, para sahabat dan pengikutnya yang setia. Antara pemahaman, keyakinan dan amalan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kepribadian seseorang yang mendambakan kekuatan spirit.
Kita mesti mencontoh Rasulullah saw, sebab dialah manusia tersukses dalam membangun spiritnya, belaiau dan sahabatnya telah berhasil melewati tantangan-tantangan hidup dunia bahkan beliau dengan kekuatan spiritnya dapat menembus rahasia-rahasia yang ghaib atas izin Allah swt.
Nabi Muhammad saw adalah Rasul Allah. Beliau merupakan sosok manusia biasa, sama halnya dengan manusia pada umumnya. Namun, yang membedakanya ialah Nabi Muhammad saw mendapat hidayah Allah sehingga spiritualnya terjaga yang mengantarkan kepada jenjang Kenabian dan Kerasulan.
Hidayah itu datang tentu dengan upaya yang serus dan usaha sungguh-sungguh yang dilakukan oleh beliau dalam melayani perintah tuhannya, membangun pendekatan dirinya kepada-Nya dan dalam waktu yang bersamaan berusaha maksimal melepaskan interes-interes pribadinya, kepentingan-kepentingan nafsunya, mendahululukan kepentingan orang lain dari pada kepentingannya sendiri. 
Dengan jalan itupulalah kita bisa membangun pribadi yang berdaya dan spirit yang kuat untuk dapat sukses menjalani khidupan di dunia dan di akhirat kelak.

Minggu, 15 Desember 2013


Kurikulum 2013 dan Pendidikan Karakter Anak Bangsa
Adakah jaminan dengan diberlakukannya kurikulum 2013, secara mutlak karakter semua anak didik akan menjadi baik? Jawabannya tentu tidak, tetapi bila mencermati serta menelaah lebih mendalam lagi kurikulum 2013 ini, maka akan lahir optimisme bahwa hal terebut sangat memngkinkan untuk terjadi.
Menurut salah satu instruktur pada acara Sosialisasi Kurikulum 2013 Madrasah pada lingkugan kementerian agama provinsi Kaltim yang baru-baru ini penulis ikuti di Samarinda bahwa, pemerintah sangat konsen dalam mempersiapkan kurikulum 2013 ini dengan bebarapa alasan diantaranya, semua guru diberi bimbingan secara teknis dalam merencanakan pembelajaran dan pemerintah juga sangat serius dalam hal pendekatan, strategi, metode pembelajaran yang menjadi standar melakukan proses pembelajaran, yang mana hal ini tidak terjadi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Perlu diketahui bahwa ketersediaan kurikulum yang baik, baru satu elemen dari sekian banyak elemen-elemen penting yang mesti dipenuhi dalam sebuah proses pembelajaran berkualitas untuk mewujudkan generasi berkarakter kuat, memiliki pengetahuan serta skill yang mumpuni sebagai bekal menjalanai hidupnya saat ini dan masa akan datang.
Sebuah kaidah dasar pembelajaran yang mengatakan bahwa, metode lebih penting dari materi, tetapi seorang guru lebih penting dari metode dan yang lebih penting dari itu semua adalah roh/spirit para guru.
Materi adalah apa yang dipelajari. Sebagus apapun materi yang akan disampaikan oleh seorang guru bila caranya atau metode penyampaiannya tidak pas maka hasilnya tentu tidak akan maksimal. Bila materi baik kemudian metode penyampapaiannya juga sudah benar maka hal berikutnya yang menentukan adalah kekuatan spirit gurunya.
Tentu kita sepakat bahwa idealnya memang, mulai dari materi yang baik, metode yang pas dan guru yang memiliki rohani yang bersih serta semangat dalam melaksanakan tugasnya dan tulus dalam melayani anak didiknya itu harus ada dan menyatu dalam setiap melakukan pembelajaran, tetapi hal yang sangat pokok dari semua itu adalah roh/spirit gurunya.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang bagus, tanpa harus berbicara secara alamiah sudah memancarkan aura bahagia, menebar optimisme, menciptakan semangat, bagi orang-orang yang ditemuinya, tanpa harus berkata-kata, mereka secara otomatis menginspirasi kepada kebaikan.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang kuat, mereka melakukan tugasnya tulus dan ikhlas hanya mengharapkan ganjaran semata dari Tuhan, memiliki tanggungjawab yang tinggi, dan dapat memberi pelayanan maksimal kepada anak-anaknya tanpa memandang latar belakang, dan mencintai mereka tanpa syarat.
 Kehadiran guru seperti inilah yang menjadi harapan kita semua, dambaan bangsa ini sebab hanya lewat sentuhan tangan-tangan ikhlas merekalah, insya Allah akan lahir generasi-genarasi berkarakter kuat sebagai agen-agen perubahan yang akan menentukan perjalanan negara ini kedepan dan menentukan kejayaan bangsa ini di masa datang, sebab itu kurikulum 2013 satu paket dengan keberadaan guru yang memiliki roh/spirit yang kuat.

Minggu, 08 Desember 2013



Guru Sejati

“Guru mendidik anaknya untuk menjadi dewasa sedangkan murid mengantarkan sang guru menjadi bijaksana”.

Sebuah persfektif baru yang mencerahkan ketika seorang pendidik mampu melihat sisi lain dari interaksi mereka bersama anak-anak didiknya, keberadaan mereka adalah sebuah karunia besar yang dikirim oleh Allah sebagai guru tanpa tanda jasa.
Persfektif kebanyakan guru adalah, guru itulah yang paling berjasa dan yang paling berkontribusi dalam mengantarkan anak-anaknya menjadi pintar, meraih mimpi-mimpinya, mengerti arti  kehidupan,  sehingga seorang guru patut untuk diberi gaji, mendapatkan ucapan terimah kasih dan layak utuk dihargai.
Sebenarnya secara tidak langsung, kontribusi murid kepada gurunya jauh lebih besar dan tidak terbatas dibandingkan dengan apa yang telah berikan oleh guru kepada mereka. Mereka itulah guru-guru kehidupan, guru-guru yang mengajarkan hakekat kebaikan.
Seorang guru mungkin berjam-jam di dalam kelas menyampaikan materi tentang sabar,  tetapi bisa jadi hanya sebatas teori. Tetapi anak-anak kita yang masih lugu-lugu itu, tanpa berteori panjang lebar, telah mengajarkan kepada kita arti sabar yang sesungguhnya.
Ketika berkali-kali sang guru menegur anak-anaknya agar tetap focus dalam menyimak apa yang disampaikan oleh gurunya, tetapi berkali-kali juga sang anak membuat ulah yang menjadikan kelas tidak kondusif untuk belajar.  Seorang guru berarti diajari untuk sabar oleh muridnya.
Ketika sudah berulang-ulang sang murid mendapatkan penjelasan dari san guru tetapi belum juga dimengerti oleh mereka, berari seorang guru diajari arti tulus memberi.
Demikian juga ketika waktu istirahat telah tiba kemudian anak-anaknya mengelilingi sang guru di meja kerjanya sekedar untuk ngobrol, berarti oleh muridnya, sang guru dilatih untuk ikhlas dalam melayani.
Dan yang lebih spektakuler, dengan pertanyaan-pertanyaan anaknya yang konyol dan menggelikan, bahkan terkadang diluar logika sang guru,  tentang apa yang mereka ingin ketahui, menjadikan sang guru sebagai pembelajar sepanjang waktu.
                Engkaulah wahai anak-anakku adalah guru sejati, pahlawan tanpa tanda jasa, tapi sayangnya kami para guru kurang menyadarinya.
Terima kasih atas kehadiranmu, karena denganmu kami dapat memahami makna sabar yang sesungguhnya, arti tulus yang sebenarnya, dan hakikat ikhlas dalam hidup. Sekali lagi terima kasih.

Minggu, 01 Desember 2013



Sepenggal Kenangan
Saat KKN di Bojonegoro


Sore yang indah, angin bertiup perlahan, dari kejauhan, warna merah jingga menghias cakrawala, suara jangkrik terdengar sayup-sayup, sang surya hendak menuju keperaduannya, sebentar lagi malam akan tiba.
Kami melangkah lebih cepat lagi, jarak tempuh antara posko utama KKN dengan posko kelompok tiga tempat tiggal kami bersama kesembilan teman-teman  kurang lebih empat kilometer, lumayan jauh, jika ditempuh dengan jalan kaki cukup menguras energi, waktu dibutuhkan lumayan lama, kira-kira empat puluh menit normalnya, apatah lagi jalan-jalan di dusun tempat kami KKN 100% belum beraspal, sebagian jalan ketika tiba musim hujan, becek berat, sehingga sulit untuk dilewati kendaraan roda dua, apalagi kendaran roda empat, kalau terlanjur masuk ke dusun tersebut dan belum sempat keluar hingga hujan turun, yakin dan percaya harus tinggal gigit jari dulu sambil menunggu jalanan mengering, lama juga ya, begiutlah kira-kira, bisa jadi dua atau tiga hari jika matahari bersinar terik, kalau kurang untung bisa berminggu-minggu. (kala itu)
Belum separuh jarak saya tempuh bersama sahabatku, suara jangkrik semakin ramai bersahut-sahutan pertanda waktu magrib sudah masuk, isyarat alam yang tak pernah luput mengingatkan manusia akan datangnya waktu shalat, juga tidak akan pernah memanipulasi waktu, memajukan atau memundurkannya, binatang-binatang yang sengaja dikirim oleh Allah swt sebagai bentuk kesempurnaan kasih sayang-Nya kepada penduduk bumi.
Piiit... Piiit... Piiit... tiba-tiba dari belakang saya, ada suara klakson motor yang bersahutan. saya berbalik, dua sorot lampu kuning menyala mengarah kepada kami ... alhamdulillah dalam batinku, sepertinya Tuhan mengirim bala bantuan tepat pada waktunya, jarak tempuh masih lumayan jauh sementara waktu magrib sudah tiba, ditambah lagi jalan antara posko utama dengan posko kelompok kami tidak satu rumahpun ada disana yang dapat ditumpangi sekedar mampir untuk shalat.
“Mas... mau kemana ni?” Gadis yang berhenti tepat disisi saya bertanya, “menuju sendang mbak” jawab saya. “Ayo naik bersama kami, kami berdua juga mau kesana, kebetulan kami berdua tidak ada tumpangannya”.
Dalam batinku terjadi pertarungan sengit antara numpang mengikuti ajakan mbak tadi dengan kosekwensi duduk manis di belakang wanita cantik atau menjadi joki yang di belakangnya duduk bidadari cantik mengiringi perjalanan kami atau jalan kaki sementara tujuan yang akan didatangi masih jauh dan waktu magrib sudah tiba.
Sebenarnya kami bisa saja pergi bersama mereka asal ada kompromi sedikit, saya dan sahabat saya satu motor bersama, yang penting cewek tadi mau mengalah untuk boncengan dengan sahabatnya, tapi dipikir-pikir, solusi tersebut bukan tanpa resiko juga.
Terima kasih mbak atas maksud baik menolong kami, semoga Allah membalas  kebaikan mbak dan mas dengan ganjaran yang jauh lebih baik lagi, kami berdua memutuskan untuk jalan kaki saja, kami mau menikmati indahnya malam bersama cahaya rembulan. Setelah berbasa basi sedikit, mereka meninggalkan kami.
Inilah solusi yang paling aman, kami selamat, mereka juga selamat.
Saat itu, kami di Sendang Banyu Urip baru beberapa hari, misi kehadiran bersama ketigapuluhsembilan mahasiswa STAIL Luqman al Hakim Hidayatullah Surabaya adalah berdakwah di bawah naungan HIDAYATULLAH, sebuah lembaga yang lahir di bumi Borneo sejak tahun 1974 dan hingga kini sudah menyebar keseluruh privinsi di Indonesia bahkan pada setiap kabupaten kota, visi besarnya adalah “Membangun Peradaban Islam”. Dengan dasar inilah, kami harus hati-hati dalam memilih tindakan, kami selalu berusaha mendahulukan pertimbangan syar’i dari pada kepentingan yang lain, tidak sedikit kasus, kami harus mengorbankan melayani nafsu, intres pribadi, kepentingan kelompok, demi terealisasinya syariat islam dalam pribadi-pribadi kami. 
Pada awalnya, pandangan sebagian masayarakat Desa Jati belimbing mungkin kami adalah manusia-manusia aneh yang hidup dizaman ini, membatasi interaksi dengan lawan jenis, tidak mau salaman dengan perempuan bukan mahram, menundukkan pandangan, tidak mau boncengan dengan wanita, menhindari mendengar musik yang membangkitkan nafsu, tidak berkhalwat, waktu shalat berusaha berada di masjid.
Tetapi perlu diketahui, dengan keanehan-keanehan yang kami miliki inilah awal jatuh hatinya masyarakat Jati Belimbing kepada kami, bapak-bapak, ibu-ibu, remaja-remaja tidak ketinggalan anak-anak, inilah titik awal keberhasilan  membawa misi dakwah di sana.
Semua simpati, tidak sedikit yang berempati. 
Jarum jam dinding menunjuk pukul 18:30 menit lewat sedikit, lama perjalanan kami tempuh dari posko utama ke posko kelompok tiga kurang lebih 35 menit, lima menit lebih cepat dari waktu biasanya, ada rekor baru ni, he he.
Setelah melepas lelah seadanya, saya menuju tempat wudhu yang berada di samping dapur rumah yang kami tinggali, saya berusaha merasakan sentuhan air segar yang menyentuh kulitku, masya Allah, nikmat sekali. 
Setelah tuntas bersih-bersih dan berwudhu lalu berdo'a dan segera mendirikan shalat magrib berjamaah yang nyaris ketinggalan.
Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu wahai Tuhan, hanya dengan petunjuk-Mu saja kami bisa istiqomah.