Adakah jaminan dengan diberlakukannya
kurikulum 2013, secara mutlak karakter semua anak didik akan menjadi baik? Jawabannya
tentu tidak, tetapi bila mencermati serta menelaah lebih mendalam lagi
kurikulum 2013 ini, maka akan lahir optimisme bahwa hal terebut sangat
memngkinkan untuk terjadi.
Menurut salah satu instruktur pada acara Sosialisasi Kurikulum 2013 Madrasah pada lingkugan kementerian agama provinsi
Kaltim yang baru-baru ini penulis ikuti di Samarinda bahwa, pemerintah sangat
konsen dalam mempersiapkan kurikulum 2013 ini dengan bebarapa alasan
diantaranya, semua guru diberi bimbingan secara teknis dalam merencanakan
pembelajaran dan pemerintah juga sangat serius dalam hal pendekatan,
strategi, metode pembelajaran yang menjadi standar melakukan proses
pembelajaran, yang mana hal ini tidak terjadi pada kurikulum-kurikulum
sebelumnya.
Perlu diketahui bahwa ketersediaan
kurikulum yang baik, baru satu elemen dari sekian banyak elemen-elemen penting
yang mesti dipenuhi dalam sebuah proses pembelajaran berkualitas untuk
mewujudkan generasi berkarakter kuat, memiliki pengetahuan serta skill yang
mumpuni sebagai bekal menjalanai hidupnya saat ini dan masa akan datang.
Sebuah kaidah dasar pembelajaran yang
mengatakan bahwa, metode lebih penting dari materi, tetapi seorang guru lebih
penting dari metode dan yang lebih penting dari itu semua adalah roh/spirit
para guru.
Materi adalah apa yang dipelajari.
Sebagus apapun materi yang akan disampaikan oleh seorang guru bila caranya atau
metode penyampaiannya tidak pas maka hasilnya tentu tidak akan maksimal. Bila
materi baik kemudian metode penyampapaiannya juga sudah benar maka hal
berikutnya yang menentukan adalah kekuatan spirit gurunya.
Tentu kita sepakat bahwa idealnya memang,
mulai dari materi yang baik, metode yang pas dan guru yang memiliki rohani yang
bersih serta semangat dalam melaksanakan tugasnya dan tulus dalam melayani anak
didiknya itu harus ada dan menyatu dalam setiap melakukan pembelajaran,
tetapi hal yang sangat pokok dari semua itu adalah roh/spirit gurunya.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang
bagus, tanpa harus berbicara secara alamiah sudah memancarkan aura bahagia,
menebar optimisme, menciptakan semangat, bagi orang-orang yang ditemuinya,
tanpa harus berkata-kata, mereka secara otomatis menginspirasi kepada kebaikan.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang
kuat, mereka melakukan tugasnya tulus dan ikhlas hanya mengharapkan ganjaran
semata dari Tuhan, memiliki tanggungjawab yang tinggi, dan dapat memberi
pelayanan maksimal kepada anak-anaknya tanpa memandang latar belakang, dan
mencintai mereka tanpa syarat.
Kehadiran guru seperti inilah yang menjadi harapan
kita semua, dambaan bangsa ini sebab hanya lewat sentuhan tangan-tangan ikhlas merekalah, insya Allah akan
lahir generasi-genarasi berkarakter kuat sebagai agen-agen perubahan yang akan
menentukan perjalanan negara ini kedepan dan menentukan kejayaan bangsa
ini di masa datang, sebab itu kurikulum 2013 satu paket dengan keberadaan guru yang memiliki
roh/spirit yang kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar