Minggu, 15 Desember 2013


Kurikulum 2013 dan Pendidikan Karakter Anak Bangsa
Adakah jaminan dengan diberlakukannya kurikulum 2013, secara mutlak karakter semua anak didik akan menjadi baik? Jawabannya tentu tidak, tetapi bila mencermati serta menelaah lebih mendalam lagi kurikulum 2013 ini, maka akan lahir optimisme bahwa hal terebut sangat memngkinkan untuk terjadi.
Menurut salah satu instruktur pada acara Sosialisasi Kurikulum 2013 Madrasah pada lingkugan kementerian agama provinsi Kaltim yang baru-baru ini penulis ikuti di Samarinda bahwa, pemerintah sangat konsen dalam mempersiapkan kurikulum 2013 ini dengan bebarapa alasan diantaranya, semua guru diberi bimbingan secara teknis dalam merencanakan pembelajaran dan pemerintah juga sangat serius dalam hal pendekatan, strategi, metode pembelajaran yang menjadi standar melakukan proses pembelajaran, yang mana hal ini tidak terjadi pada kurikulum-kurikulum sebelumnya.
Perlu diketahui bahwa ketersediaan kurikulum yang baik, baru satu elemen dari sekian banyak elemen-elemen penting yang mesti dipenuhi dalam sebuah proses pembelajaran berkualitas untuk mewujudkan generasi berkarakter kuat, memiliki pengetahuan serta skill yang mumpuni sebagai bekal menjalanai hidupnya saat ini dan masa akan datang.
Sebuah kaidah dasar pembelajaran yang mengatakan bahwa, metode lebih penting dari materi, tetapi seorang guru lebih penting dari metode dan yang lebih penting dari itu semua adalah roh/spirit para guru.
Materi adalah apa yang dipelajari. Sebagus apapun materi yang akan disampaikan oleh seorang guru bila caranya atau metode penyampaiannya tidak pas maka hasilnya tentu tidak akan maksimal. Bila materi baik kemudian metode penyampapaiannya juga sudah benar maka hal berikutnya yang menentukan adalah kekuatan spirit gurunya.
Tentu kita sepakat bahwa idealnya memang, mulai dari materi yang baik, metode yang pas dan guru yang memiliki rohani yang bersih serta semangat dalam melaksanakan tugasnya dan tulus dalam melayani anak didiknya itu harus ada dan menyatu dalam setiap melakukan pembelajaran, tetapi hal yang sangat pokok dari semua itu adalah roh/spirit gurunya.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang bagus, tanpa harus berbicara secara alamiah sudah memancarkan aura bahagia, menebar optimisme, menciptakan semangat, bagi orang-orang yang ditemuinya, tanpa harus berkata-kata, mereka secara otomatis menginspirasi kepada kebaikan.
Guru yang memiliki rohani/spirit yang kuat, mereka melakukan tugasnya tulus dan ikhlas hanya mengharapkan ganjaran semata dari Tuhan, memiliki tanggungjawab yang tinggi, dan dapat memberi pelayanan maksimal kepada anak-anaknya tanpa memandang latar belakang, dan mencintai mereka tanpa syarat.
 Kehadiran guru seperti inilah yang menjadi harapan kita semua, dambaan bangsa ini sebab hanya lewat sentuhan tangan-tangan ikhlas merekalah, insya Allah akan lahir generasi-genarasi berkarakter kuat sebagai agen-agen perubahan yang akan menentukan perjalanan negara ini kedepan dan menentukan kejayaan bangsa ini di masa datang, sebab itu kurikulum 2013 satu paket dengan keberadaan guru yang memiliki roh/spirit yang kuat.

Tidak ada komentar: